Laman

Jumat, 23 Maret 2012

Jalan Terus

 



Jalan Terus
By Sheila On 7


Hidup memang tak semudah
Waktu kita muda dulu

Panas dingin tak bisa diterka
Strategi hidup bertahan
Dari seleksi Sang Alam

Hidup memang tak seindah
Waktu kita muda dulu

Umur terindah pasti kan berlalu
Strategi hidup bertahan
Dari seleksi sang alam

Panas dingin tak bisa diterka
Panas dingin tak bisa diterka

Tapi apapun yang terjadi akan ku jalani
Akan kuhadapi dengan segenap hati
Walau ku terluka memang ku terluka
Tak pernah ku lari dari semua ini

Belum waktunya kita berhenti
Jangan cepat puas kawan
Bekerja dan terus bekerja
Hingga saat kita tak berguna lagi

Maka apapun yang terjadi akan ku jalani
Akan kuhadapi dengan segenap hati
Walau ku terluka memang ku terluka
Tak pernah ku lari dari semua ini


lyrics from http://lirik.kapanlagi.com/artis/sheila_on_7/jalan_terus

Senin, 19 Maret 2012

What I Feel This Weekend

       My last weekend is really something i think.. Why? I'll tell you..
  •      Saturday morning - I felt like find the old me again
    That day, for the first time I join a competition in college. It's so strange because I've never join any competiton since 2011 March. So, when I do that, I feel like be myself again. I know since I be a part of this college I just focused my thought in lectures, unit, and work. And sometimes they make me tired of that activity. Otherwise, 2 days ago, when I faced some olympiad questions again, although it's hard for me (because I don't get what the question means) and I fell dizzy, it's still make me happy. It's the first time I sat for hours and faced questions without knowing what it mean and how to solve. Hahaha.. Okay, maybe this year is not for me (but certainly I still be able to hold my hope, right?). So, if I don't pass this selection. I'll try again next year and certainly I'll be much better. (amen :DD)

Sabtu, 25 Februari 2012

Inspirations. Again.

       Pagi ini saya mengikuti bridging BIUS yang kedua. Bridging pertama saya tidak datang karena sakit :( Tapi tidak mengecewakan kok. Bridgingnya seruuuuuuuuuuuuuuu!!
       Bridging kali ini menghadirkan beberapa relawan dan alumni ITB yang telah sukses. Ada 9 orang yang menjadi pembicara dan kemudian 2 orang lagi yang kemudian datang menyusul. Di antaranya adalah kak Imam, kak Billy, kak Ben, kak Hanafi, kak Taufik, kak Angga, kak Devi, dan yang lainnya saya agak lupa namanya. Disini, mereka menceritakan kehidupan mereka sebelum, saat bahkan setelah menjalani pendidikan di ITB serta yang paling penting yaitu perjalanan mereka merintis karir. Mayoritas dari mereka berasal dari desa dan juga berasal dari golongan menengah ke bawah.
        Awalnya mereka bercerita tentang kehidupan mereka sebelum menjadi mahasiswa ITB. Ada yang di SMA mendapat rangking dari 5 hingga 38 sehingga targetnya hanya lulus SMA kemudian ingin mengembangkan bakat menggambar yang dimiliki sejak kecil di FSRD ITB,  dan pada akhirnya rangking 38 yang diperoleh di SMA berubah menjadi IP 3,8 saat kuliah. Ada juga yang memang sudah berprestasi bahkan mengikuti olimpiade dari masa sekolah menengah. Kakak-kakak ini memiliki modal masing-masing dan kisah yang berbeda untuk masuk kampus ITB.
       Selanjutnya adalah tentang kehidupan mereka saat berkuliah di ITB.

Sabtu, 18 Februari 2012

What Doesn't Kill You (Stronger)

 What Doesn't Kill You (Stronger)
 Kelly Clarkson

You know the bed feels warmer
Sleeping here alone
You know I dream in colour
And do the things I want

You think you got the best of me
Think you had the last laugh
Bet you think that everything good is gone
Think you left me broken down
Think that I'd come running back
Baby you don't know me, cause you're dead wrong

What doesn't kill you makes you stronger
Stand a little taller
Doesn't mean I'm lonely when I'm alone
What doesn't kill you makes a fighter
Footsteps even lighter
Doesn't mean I'm over cause you're gone

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

       Seperti janji saya pada tulisan yang sebelumnya (saya juga lupa yang mana), saya ingin sedikit berceloteh tentang buku yang pernah saya baca, terutama buku prodagri (produk dalam negri) yang temanya.. (ehem, tau lah yaa.. C.I.N.T.A.--> d'Bagindaz, hahahaha)
       Buku ini berjudul "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin", diterbitkan tahun 2009. Pengarangnya Om Darwis alias Tere-Liye. Cerita yang diangkat dalam buku ini adalah tentang 2 anak miskin (kakak-beradik), Tania dan Dede namanya, yang bekerja sehari-hari sebagai pengamen. Tapi kehidupan mulai membaik setelah mereka bertemu dewa penolong mereka , Danar. Pertemuan yang bermula dari peristiwa sepele tapi berujung cerita kompleks. Mereka bertemu di sebuah bus. Saat itu, Danar pulang bekerja (ia adalah sorang pengarang buku), kemudian masuklah Dede dan Tania mengamen. Tapi malang nasib, kaki Tania tertusuk paku di lantai bus dan dengan tangkas Danar membantunya. Ia mengantarkan kakak-beradik itu pulang dan kemudian datang di hari-hari selanjutnya untuk menengok mereka berdua juga ibu mereka. Ia datang untuk bercengkerama dengan keluarga itu di bawah pohon linden depan rumah mereka. Hari berlanjut, Danar membantu kehidupan ekonomi mereka sehingga akhirnya Dede dan Tania bisa bersekolah lagi.

Minggu, 12 Februari 2012

Happy Birthday, Mom! (maaf, post tidak jelas)

       Peringatan awal, post ini murni ditulis sebagai media untuk 'nyampah'. Karena mungkin tidak jelas tujuannya atau nilai kehidupannya apa. Hehe. Sekali-kali lah yaa..Curhatan saya tentang ultah ibu.
       Hari ini ibu saya berusia 48 tahun. Chukahae, Omma :) Seperti yang kemarin-kemarin karena saya tidak berada di rumah pada tanggal ini, maka yang sbisaa saya lakukan adalah menelepon rumah, mengucapkan HAPPY BIRTHDAY, dan memanjatkan doa semoga beliau dikaruniai umur panjang, rezeki yang halal dan barokah serta ketabahan dan kesabaran hati.
       Dulu saya tidak pernah mengucapkan sesuatu pada Ibu pada tanggal ini. Dimulai dari kelas 10 baru saya sering melakukannya. Mungkin karena faktor jarak. Semakin jauh kita berada semakin rindu akan dirinya. Karena itulah saya jadi sering menelepon. Kenapa sebelum kelas 10 saya tidak pernah melakukan hal yang lebih atau setidaknya memberikan ucapan? Jawabannya ...
       Dapat ditebak : GENGSI. Saya orangnya memang gengsian peringkat atas. Rasanya aneh untuk mengucapkan selamat seperti itu. Toh tiap hari kami bertemu. Dan memang saya bukan tipe orang yang suka melakukan hal-hal 'manis' untuk orang tua saya. Tapi ya akhirnya saya bisa mengurangi gengsi-gengsi tidak penting itu. Karena buktinya sekarang momen ulang tahun keluarga saya terasa sangat berarti sebagai bentuk kasih sayang. Saya yang dulu tidak suka berada jauh dari rumah, yang dulu tidak pernah terpikirkan untuk merantau seperti ini, akhirnya bersyukur telah dibelokkan pikirannya. Karena dengan berada jauh dari orang tua, rasa rindu dan kasih sayang kita akan semakin terpupuk. Dan membuat kita selalu ingin melakukan dan memberikan yang terbaik untuk mereka yang tidak dapat kita jangkau. Makanya pergi merantaulah selagi masih muda (apa sih, Day, kok jadi kayak iklan nggak jelas). Sebenarnya saya tidak tahu akan mengakhiri tulisan ini seperti apa. Karena awalnya memang hanya ingin bercerita saja. Ya sudah lah, tunggu saja postingan lain yang mungkin akan lebih bermutu dan bukan sampah saya. Hahaha.