Laman

Sabtu, 11 Juni 2016

Hei :)

Hello?
It's me
I was wondering if..

Stop, stop. Nanti kebablasan satu lagu ditulis liriknya.

Lama tak berjumpa ya? Setengah tahun lho. Luar biasa memang saya -.- Nanti aku akan cerita kok kenapa 6 bulan terakhir ini "ngilang". Be patient, guys. Yang penting muncul dulu biar eksis (naon maneh, Yan?)

Oke. Ini 2016. Berikut ucapan-ucapan yang mungkin terlalu terlambat untuk diucapkan sekarang. Lha yo ben. Blog blog-ku yo karepku tak isi opo. Hahaha

"Selamat tahun baru 2016, semoga tahun ini menyenangkan"
"Selamat hari lahir yang ke-23, Dian Sito Rukmi. Be a better girl, Day. Don't cry too much, don't think too much, keep strong, be patient, just step forward and go as far as you can"
"Selamat menikmati pekerjaan baru di tempat baru, Mbak-ku sayang, eh kurang, selamat pacarnya juga baru lagi. Hahaha"
"Selamat Tim OSN SMA Jateng, khususnya tim Matematika. Proud of you, boys. Kece ih kalian"

Dan yang cukup up to date

"Selamat belajar di Jawa, keponakanku, Miftahul Sifa. Jangan nakal-nakal nanti dikirim pulang ke Riau tahu rasa dirimu"
"Selamat menjalankan puasa semuanya. Alhamdulillah masih bisa menikmati Ramadan kembali. Semoga imannya dan pahalanya bertambah banyaaaak. Aamiin"
"Selamat ya, tinggal 1,5 bulan lagi tuntaslah segala pengobatan ini. Yang sehat, yang sehat.."

Udahan ya, bahaya kalau telat bangun sahur. Good night !!

Selasa, 15 Desember 2015

October Always Means Happiness for Me

Kembali ke bulan Oktober..

Oktober selalu menyenangkan untukku. Kenapa?
Ya karena selama ini banyak unforgettable memories yang tercipta di bulan tersebut. Meskipun memang ada seupil hal lain yang mungkin agak mengganggu (lalu munculah si "tutup buku" itu), tapi yang namanya upil mah pasti hilang juga :p (benda kecil banyak tapi kenapa upil banget ya? Hahaha)

Dan oktober tahun ini, yang paling istimewa adalah wisudaaaa.

Akhirnya aku dan kawan-kawan seperbimbingan wisuda bersama. Rasanya ospek banget:
masuk bersama
keluar bersama
lewat sabuga!
Terima kasih atas segala dukungan, semangat, dan toleransinya kawan.
Aku cewek sendiri di antara kita berlima, tapi kalian tidak pernah meremehkanku. Tetap saja mengingatkan bimbingan, menanyakan progress, menyemangati ngoding, kadang juga jadi pengingat makan dan tidur (bukan baper, cowok-cowok ini cara mengingatkannya agak unusual soalnya, jadi mohon maklum). Kalian bahkan terkadang lebih dosbing daripada dosbing kita sendiri hahaha.
Katanya cewek suka berteman dengan cowok, karena hidupnya no-drama. Pret, apaan.
Fetra noh, lihat, manusia susah move on.
Yoga, manusia yang sok-sok-an mau serius sama cewek tapi ujung-ujungnya putus dan dalam waktu deket udah naksir yang lain lagi, anak ini kalau sudah nempel di kursi karaoke beuh lagunya yang galau-galau (atau dangdut, orang Jawa begitu memang, dangdutan)
Ilfan, yang ini ngeceng cewek tapi sepertinya there's no much progress, ya ketemu di jalan nyapa aja malu, gimana lainnya? Hmmm..
Brilly, yang ini yang paling ngga drama, tapi paling nerd. Hahaha. Jenius soalnya dianya, jadi ya agak-agak gimana gitu.
Sekali lagi terimakasih untuk segalanya, Fetra, Yoga, Ilfan, Brilly. I will miss you all..


Bukan hanya teman-teman seperbimbingan, tetapi alhamdulillah "geng wacana" juga bisa wisuda bersama. Yang ini sih yang sedih. Habis wisuda langsung terasa sepinya. Biasanya ngampus, nongkrong di KBL atau himpunan hanya untuk mengisi waktu bersama. Ngobrol dari awalnya asal-usul Dona bisa sampai cara makan bubur pakai sumpit. Dan tentunya, menghabiskan waktu entah berapa lama dan berapa besar tawa terkuras. Kalau ditulis begini aku jadi agak bingung. Karena terlalu banyak hal di antara kami, sampai bingung sendiri mana yang akan ditulis.
Intinya sih, semoga sukses dengan tujuan dan cita-cita masing-masing.
Cindy, sukses sama kerjanya ya, jangan bolos-bolos, keep sholihah, semoga dengan jodoh yang baik dan seiman cepat dipertemukan, aamiin. Waktu syukuran wisuda HIMATIKA aku agak sedih karena Cindy AK tidak hadir, hanya Akmal. Tapi jadi bahagia karena kalau ada Cindy entah aku akan nangis banjir seberapa lama. Jauh dari seorang Cindy susah ternyata, biasanya kalau nge-random ada partner, but now I'm by myself again.
Akmal, aduh si LPDP awardee ini, belajar yang benar ya di Barcelona, solat juga Mal, kamu orangnya baik banget soalnya, sayang aja ada orang baik tapi solatnya kurang. Kalo udah jadi petinggi BI, jangan songong yaa..
AK, yang satu ini teman ambil kuliah banget, karena ketemu terus, sama-sama anak kombinatorika.. Ka, tambah tua jangan tambah psycho ya, kurang-kurangilah. Makan yang banyak, biar gendut, jadi ngga kebawa angin dan jatuh dari motor lagi pas nyetok barang buat toko .
Aku udah kangen kalian dan masih akan kangen kalian tampaknya. Huhuhu...

Senin, 14 Desember 2015

Terabai. Lagi -.-

Hai blog-ku.. Maaf ya ternyata november kemarin aku kebablasan.
Jadi kosongan deh. Ke-skip, 1 bulan itu ngga nulis apapun.

Tapi ini udah mulai pengen lagi kok. So let's start again.

Doakan semoga runtut kejadian per kejadiannya biar enak dibaca, aamiin.
Selamat menikmati...

Jumat, 23 Oktober 2015

Tutup Buku

Bukan panjang-pendeknya kata yang mampu ilustrasikan rasa.
Bukan pula rima yang menentukan nilai estetika.
Ada yang tersirat di balik rimbunan huruf dan spasi.
Tak berpola, namun sarat makna.
Hanya terasa oleh segelintir insan yang tenggelam menyepi, terlambungkan mimpi, terhunus kenangan pilu, atau tersayat bilah-bilah rindu.

Lembaran buku ini tak penuh terisi.
Pernah ku isi sebentar, lalu ku tutup kembali.
Ku akhiri dengan sebuah titik tanpa spasi.
Berharap mampu membuka buku lain, mengisinya dengan hal yang lebih ceria, lebih berwarna.

Berbagai tulisan terukir, warna tertoreh, sketsa tergambar pada lembaran-lembaran yang terkotak-kotakkan dalam bukuku.
Selalu berusaha mengakhiri satu cerita dengan titik tanpa spasi.
Yang lalu biarlah berlalu, harapku.

Suatu ketika, ku tuliskan seuntai frasa pada sehelai lembar kosong.
Bukan buku baru.
Ini buku usang.
Yang lembarnya kembali ku isi.
Pada paragraf berbeda dan lembar berbeda.

Tak banyak tinta ku goreskan pada lembaran ini.
Kertasnya terlalu kasar, membuat aus ujung penaku.
Memaksanya berhenti.
Pada suatu titik tanpa spasi.

Buku itu ku tutup kembali.
Jikalau harus terisi, semoga tak ada lagi pena yang terlukai.

Waktu berlalu, jemari ini tak henti menari.
Semakin banyak dongeng tercipta, dengan taburan karakter bermacam rupa.
Andai bisa memilih, aku pilih tumpukan buku baru untuk ku isi dengan jutaan kisah yang ingin ku narasikan.
Namun ada yang menarikku kembali.
Ke sebuah buku usang yang pernah ku coba akhiri.
Hendak ku goreskan lembarnya dengan pulpen biasa, tapi tak bisa.
Harus pena yang sama.
Meski curiga cerita ini akan kembali terhenti tiba-tiba, tangan ini tetap bekerja.
Karena ada sesuatu yang terasa, entah apa, sesuatu yang bersembunyi di balik aksara.

Lalu ia terhenti di sebuah koma, dengan spasi, tak diteruskan, pun enggan diselesaikan.
Penaku tak lagi berguna, ia terlanjur luka.

Andai mampu, ingin ku akhiri tulisanku.
Pada sebuah titik.
Tanpa spasi. Tanpa lembar berikutnya.
Agar tak lagi ada cerita, tak lagi ada luka.

Tak mengapa.
Koma tak selalu berarti jeda.
Titik pun tak melulu berhasil mengakhiri.

Untuk sekian kali, buku ini aku tutup lagi.
Semoga tak ada yang menarikku kembali.
Penaku terlanjur rusak, sudah tak bisa kulanjutkan tulisanku.
Kalaupun penaku mampu, mungkin aku tak mau.

Buku ini ku tutup.
Usanglah..
Biar sisa lembarnya habis termakan waktu.
Dan ku lanjutkan tulisanku di buku yang baru,
lembaran baru,
dengan pena yang baru..

Selasa, 22 September 2015

Halaman Favorit

Satu halaman favorit (tentunya setelah Prakata, yang merupakan halaman paling paling paling favorit) dari keseluruhan buku Tugas Akhir yang akhirnya sudah diserahkan kepada staf Tata Usaha Prodi Matematika ITB. 

Satu halaman yang menurut orang lain tidak terlalu penting namun sejak awal sudah direncanakan untuk dituliskan, bahkan sebelum draft keseluruhan disetujui.

Satu halaman yang isinya lebih mewakili kehidupan selama belasan tahun daripada puluhan halaman berikutnya yang merupakan hasil kerja 2 semester terakhir.

Satu halaman yang 2 baris pertamanya merupakan motto hidup yang pertama dikenal. Tanpa tahu quotes siapa. Tanpa tahu bagaimana bunyi aslinya. Hanya tahu bahwa, bapak yang memperkenalkan ini dalam kehidupanku, kehidupan kami.

Jangan protes soal 6 baris terakhir. Memang sengaja ditulis. Oleh diri sendiri, untuk diri sendiri.
Sekali-kali eksis di buku tidak masalah bukan? Toh, buku buatan sendiri :D

Jumat, 14 Agustus 2015

...

Di jalanan ini, mungkin nanti aku kembali berjalan sendiri
Entah kau mendadak berhenti
Entah kau akan mendahului
Entah kau memilih berbelok ke kiri
Dan entah kapan waktunya,
entah di perempatan yang mana
aku kemudian bisa menatapmu lagi
Satu hal yang harus kita sadari,
selagi masih berjalan bersama
seharusnya kita lupakan luka dan mencoba bahagia
Tanpa menduga-duga apakah langkah kita 'kan tetap seirama

Senin, 03 Agustus 2015

Kabut

Masih terus berjalan, jauh berkelana
Lenyapkan kabut-kabut maut
Menindih perih luka dengan lembaran tawa
Berharap bahagia sudi mendampingi
Tapi apa?
Kabut kembali di kala remang
Pekat menikam mata
Membutakan pandang
Melumpuhkan angan
Memaksa diam
Hingga tenggelam
Lalu hilang
Tanpa dikenang.