5 hari yang lalu, 7 Juni 2015. Seleksi IMC selesai dan aku gagal. Hahaha. Ternyata tahun lalu adalah ONMIPA dan IMC pertama sekaligus terakhirku.
I don't know, it seems like many things are not going well this year.
2015 baru berjalan setengahnya tapi sudah banyak keluh dan air mata keluar. Hmm..
Kabar baiknya adalah, 4 dari 7 wakil Indonesia tahun ini merupakan anak ITB (yeah, sekali-kali arogansi) dan meskipun aku tidak bisa menebak apa yang terjadi nanti, aku optimis ITB akan membawa setidaknya second prize nantinya (amiin insya Allah).
Semangat Kahfi, Ucup, Brilly, Afif..
Terutama 2 sohib ini, Brilly dan Mas Apip. Get your best, guys :D
Habis itu, seperti rencana, kita wisuda bareng-bareng (masih lama sih Oktober).
Kembali ke tahun ini. Tahun yang hmm.. Entahlah.. Semester ini kacau sekali (as I wrote before).
Kesehatanku juga kacau sekali, semester ini semester paling banyak bolos karena sakit dan sakitnya tidak seringan biasanya. Alhamdulillah sekarang baik-baik saja, aku lebih jaga diri deh biar nggak kumat-kumat lagi.
Dan semester ini juga semester paling galau, galau soal masa depan tentunya.
Kerja dulu? Tapi mau daftar kemana? Dimana-mana yang diincar statistik dan keuangan. Da aku mah anti dua-duanya *lemah*.
S2 dulu? Memang mau lanjut kemana? Ambil apa?
Atau nganggur dulu? Tapi aku butuh pemasukan..
Alhasil, TA nya dipelan-pelanin sembari mencari titik terang (ampun pak dosbing, ampun, bapak jangan susah-susah ditemui ya pak meskipun sudah jadi dekan *ciyee* ).
Bicara tentang tahun ini dan hal-hal yang 'hmm' ini pasti tidak akan lepas dari menangis.
Well, I cried. Again and again. Terakhir ya tanggal 7 itu, sampai tanggal 8 sepertinya. Kalau masalah 'tidak lolos' nya sih aku sudah legowo. 7 manusia terpilih itu memang kemampuannya di atasku, jadi aku sadar diri. Makanya nangisnya bukan setelah pengumuman banget. Melainkan beberapa jam kemudian. Setelah telpon rumah dan packing barang-barang. Kebetulan di antara peserta seleksi memang hanya ada satu perempuan, jadi aku sendirian di kamar. Nyesek dikit, melow dikit, langsung nangis.
Kenapa nyesek? Ya nyesek aja sadar mimpi yang dipendam bertahun-tahun pada akhirnya tidak tergapai juga meski sudah berusaha hingga kesempatan terakhir.
Bertahun-tahun kuliah, coba kompetisi sana-sini, medali aja nggak pernah dapet.
Ditambah lagi adek mau masuk SMA, kalau biaya kurang nggak ada jaga-jaga nih hehehe (duit mulu pikirannya).
Mana aku masih merasa masa depanku suram kan? Nah loh, numpuk numpuk numpuk, nangis deh.
Dan ini memecah rekor terlama aku menangis. 2,5 jam. Wow. Dari 23.00-an sampai 01.30-an.
Keren ya? Sembab sembab sono. Untung paginya pulang dari hotel diantar Brilly, ketutup helm. Coba naik angkot? Kan malu sama ibu-ibu yang seangkot (ya bisa jadi teteh-teteh atau bapak-bapak juga ding).
Dan sekarang aku di rumah. Mau bercengkerama bersama orang-orang tercinta dulu. Sambil ngerjain TA kok, tenang saja. Kalau di Bandung aku agak nggak beres soalnya, males euy, tidur terus (kalau di rumah ada ibu yang omelin), boros lagi makanan serba mahal (di rumah makan gratis, jajan juga masih terjangkau).
Jadi, aku mengasingkan diri di rumah dulu ya sampai tanggal 22.
Anybody need to see me?
Tunggu tanggal 23, aku available di Bandung, atau kalau mau sih sini ke rumah, aku available di rumah sebelum tanggal itu :)
Tahun ini berat. Tahun ini membingungkan. Tapi aku punya pilihan apa selain berusaha melewati semuanya dan menganggap semua baik-baik saja?
Sudah lelah menangis, sudah lelah minum obat terus, sudah lelah merasa nggak ada teman berbagi.
Saatnya cengingisan dan haha hihi lagi.
Dian sehat. Dian kuat. Dian mandiri.
Semangaaaat !!
Kadang hidup seperti 'soft breeze', namun hidup juga bisa berubah menjadi 'harsh storm', hanya dirimu sendirilah yang bisa menentukannya :) Keep smiling to face your complex world easier !
Tampilkan postingan dengan label kalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 12 Juni 2015
Senin, 15 Oktober 2012
Akhirnya ke Bogor Juga
Malam ini sedang tidak ada kata mengantuk menggantung di mataku :3 Alasannya? Pagi ini aku tepar luar biasa karena kecapekan. Tadi malam aku pulang dari Bogor dan baru sampai depan kampus pukul 22.30 an. Karena nggak adanya angkot ke cisitu dan kekapokanku naik ojek (kecuali ojeknya bapakku) akhirnya aku putuskan naik angko kalapa-dago yang berarti harus dilanjutkan jalan kaki ke kosan. Hmmm, udah capek di perjalanan, capek pula mau ke kosan. Biasanya sih badan ini masih kuat untuk beraktivitas dengan segar paginya, tapi kali ini tidak, pemirsa.(padahal nggak ada yang nonton) Mungkin memang sedang kurang fit. Well, itu baru alasan aku tepar.. #nulisalasanajakepanjangan
Lanjut deh yaa.. Ngapain sih jauh-jauh ke Bogor? Jadi, ceritanya IPB ngadain lomba matematika. Terus, pada hari Sabtu 6 Oktober 2012, mbak Ita (itu lho, yang kakak kelasku dari SMP) pengen ikut tapi nggak ada partner. Then, diajak deh akunya.. Mengingat
1. Aku belum pernah ke Bogor
2. Lama nggak ikutan lomba
3. Pengen jalan-jalan
4. GRATIS! (sebenarnya ini alasan utama)
Alhasil aku mau ikutan dongs :3 (maklum yak, anak kos nih)
Tapi semua berubah sejak kelas Analisis Data hari Selasa kemarin. Why? Si ibu bilang Sabtu ada UTS. Lhaik kowe, yan. Nggak berubah juga sih aslinya. Orang aku dengan senang hati bolos malah. Habis aku nggak suka Andat sih #eh
Lanjut deh yaa.. Ngapain sih jauh-jauh ke Bogor? Jadi, ceritanya IPB ngadain lomba matematika. Terus, pada hari Sabtu 6 Oktober 2012, mbak Ita (itu lho, yang kakak kelasku dari SMP) pengen ikut tapi nggak ada partner. Then, diajak deh akunya.. Mengingat
1. Aku belum pernah ke Bogor
2. Lama nggak ikutan lomba
3. Pengen jalan-jalan
4. GRATIS! (sebenarnya ini alasan utama)
Alhasil aku mau ikutan dongs :3 (maklum yak, anak kos nih)
Tapi semua berubah sejak kelas Analisis Data hari Selasa kemarin. Why? Si ibu bilang Sabtu ada UTS. Lhaik kowe, yan. Nggak berubah juga sih aslinya. Orang aku dengan senang hati bolos malah. Habis aku nggak suka Andat sih #eh
Label:
experience,
friends,
kalah,
matematika,
menang,
semangat
Selasa, 22 November 2011
Menang dan Kalah
Di depan meja belajar kamar 5B,
22 November 2011 sekitar pukul 00 dini hari
Dua jam yang lalu saya masih berada di kampus tepatnya di basement CC Barat, sekre PSTK.
Minggu ini benar-benar masa hectic pokoknya. Bagaimana tidak? Berbagai tugas menumpuk dari mulai tugas TTKI, hingga poster KPIP yang masih belum jelas nasibnya di kelompok saya.. (sedih sekali). Belum lagi kuis-kuis yang menanti. Tidak cukup sampai disitu, hari Jumat sore UTS 2 Fisika. So cool isn't it? Dan jeng-jeng-jeng-jeng, hari Sabtu pagelaran. Hmmm, sepertinya memang akan sedikit menyiksa diri. Terutama, badan yang harus tahan karena terlalu sering menerima hembusan sang angin malam. Tapi, yaudah lah ya (kata-kata anak FTSL), tidak ada gunanya banyak mengeluh tanpa bekerja. You'll get what you want as long as you do it sincerely.. :)
Seperti yang saya tulis tadi, saya pulang malam lagi hari ini kemarin karena persiapan pagelaran. Tetapi hari ini lain. Hari ini saya terganggu oleh 2 hal. Yaitu handphone yang bergetar-getar dan suara TV yang terdengar samar-samar dari sekre. Handphone yang bergetar tadi ternyata karena banyaknya sms masuk yang isinya serupa.
Langganan:
Postingan (Atom)
