Laman

Selasa, 22 Mei 2012

Kala Ketidakjelasan Melingkupi

Ku lari ke hutan kemudian menyanyiku,.
Ku lari ke pantai kemudian teriakku
Sepi..sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar..
Bosan aku dengan penat
Enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Kalau kosanku deket hutan atau pantai, aku setuju banget deh sama tulisan itu. Sayangnya, cuma satu kondisi yang memenuhi : PASAR !  Tapi apa iya aku mau tiba-tiba lari ke pasar terus heboh sendiri? -_-a

Jenuh. Jenuh.. Mungkin itu yang bisa aku katakan saat ini. Entah apa yang ada di pikiranku tapi itu rasanya bikin capeeeek T.T Padahal nothing to do juga beberapa hari ini, pokoknya wasting time gitu. Huhuhu..

Efek homesick berkepanjangan mungkin? Pengen pulang (bangeeeeet) tapi bingung cari waktunya. Banyak yang musti dilakukan juga disini. Aaaaaaaaaaaarrrrrrrrggghh... Lagi nggak jelas banget nih akunya.
Bapaaaaaaakkk, Ibuuuuuuuuuuuu, toloooooong...


*abaikan,hanya ingin sekedar nyampah, biar plong.

Rabu, 09 Mei 2012

Karena Lirik Lagu AYAH - Seventeen -_-"

       Malam Pagi ini, pukul 1 dini hari, untuk sekian kalinya aku merasakan homesick. Padahal besok ada UTS, zzzzzzzz -_-   Biasanya yang aku pikirkan semua anggota keluargaku, tapi yang kali ini cuma bapak. Kenapa? Karena aku baru saja mendengarkan lagu Seventeen yang berjudul AYAH.. Dan aku menangis lebih dari 10 menit karena itu. Jayus memang alasannya. Tapi untuk orang yang sedang homesick tentu saja tidak. Lagu itu sudah berbulan-bulan berada di playlistku tapi buktinya baru sekali ini aku mendengarkannya dengan seksama dan MENANGIS karena lagu ini aku bangeeeeett.. TT
       Bapak, Dian kangen. Tapi Dian janji Dian masih kuat menjalani hari disini. Rasa kangen ini tidak akan membuyarkan pikiran Dian kok.. Dian sebentar lagi pulang, Pak, sebentar lagi.. Insya Allah :)

Buat yang tidak tahu lagunya, aku tulis liriknya deh biar bisa memahami maksud hatiku (apa sih?)

Lirik Ayah - Seventeen

Senin, 23 April 2012

TW 41 ISTIMEWA


     Oke, hari ini aku awali dengan bangun siang (jam 11 baru bangun cuuuuuyyy). Mungkin karena terlalu lelah beraktivitas kemarin. Pergi pagi-pagi pulang larut malam...
Untungnya FMIPA hari ini tidak ada kuliah, jadi tidak ada rasa bersalah karena bangun terlambat. Padahal, andaikan ada kuliah pun rasa bersalahnya akan jauh lebih kecil dari rasa syukur, jadi bisa diabaikan (emangnya ngitung konsentrasi zat dalam reaksi, Day? #penerapan sanintifik yang ngawur, jangan ditiru #).
Persiapan TW 41 terutama latihan pagelarannya sudah dilakukan dari bulan Februari. Dan selama proses latihan itu, aku sering membolos entah dengan alasan yang jelas atau karena sekadar malas. Yang aku sesalkan adalah kemalasan-kemalasanku itu. Setelah pagelaran selesai, rasa ingin mengulanginya lagi mulai muncul, dan membuatku semakin menyesali kemalasanku di masa lalu. Tapi ya sudahlah, life must go on.. Untuk ke depannya, aku akan berusaha lebih baik.
Pagelaran tadi malam membayar segalanya.. Kelelahan kami, para pemain maupun panitia, melebur menyaksikan pagelaran yang memesona dan mendengarkan sanjungan-sanjungan serta ucapan selamat atas suksesnya acara kami. Pulang larut malam terus-terusan memang tidak bagus untuk tubuh, tapi jika usaha itu menghasilkan hal yang ISTIMEWA, kenapa tidak? :)

Kamis, 19 April 2012

Semua Itu Anugerah

       Hari ini aku ingin sedikit bercerita tentang sesuatu yang bisa aku sebut 'keberhasilan' untuk diriku sendiri.. Jika kalian membaca posting sebelum ini, kalian mungkin bisa menebak apa yang aku maksud. Keberhasilan apa itu? Keberhasilan memandang segalanya sebagai anugerah. :)

       Kenapa sih tiba-tiba aku berceloteh tentang kalimat yang dibold di atas? Mmmm.. Sebenarnya dari awal minggu ini aku sedang merasa berada di titik jenuhku. Rasanya seperti semuanya begitu berat. Kuliah berat, materi banyak dan butuh waktu lama untukku memahaminya, tugas-tugas datang bersusul-susulan, kuis juga ikut mewarnai hari, belum lagi minggu depan sudah mulai bulan UTS II dan UAS. Unit juga sedang sibuk-sibuknya karena sekarang bahkan sudah H-3 pagelaran, terlalu sering pulang malam membuat badanku menjadi agak kurang bersahabat denganku. Urusan-urusan kecil lain terutama yang berbau sosial tambah membuat mood bergejolak. Masalah pertemanan dan sebagainya cenderung menjadi rumit dan tidak jarang menyebabkan kegalauan-kegalauan yang semakin membumbui perasaan 'terbebani akan semua' ini..

Teman Kadang Ingin Lebih


go on

     Sejak berhari-hari yang lalu rasa sakit itu kian terasa. Bahkan 3 jam yang lalu pun kenyataan terasa begitu menyesakkan hati. Untuk sekedar mengulum senyum pun aku tak kuasa.. Namun segera aku mengerti. Segera aku tahu...
Itu adalah tanda yang Ia berikan kepadaku agar aku tetap memegang teguh apa yang pernah ku ucapkan, untuk berjalan lurus dan memandang segalanya sebagai anugerah dan senantiasa berdamai dengan sang waktu, hingga nanti saat yang 'pernah' aku tunggu tiba-tiba hadir dalam situasi yang tepat.

#tersenyumlah, andai kau tahu senyummu itu indah# :)

Senin, 09 April 2012

5 April 2012, Sang Bulan

Jadi,ceritanya hari Kamis malam kemarin aku pulang latihan gabungan PSTK, buat persiapan pagelaran gitu. Biasa, PSTK tiap Tanggap Warsa selalu mengadakan pagelaran ^_^VMalam itu, aku pulang berdua dengan teman yang kost nya dekat asrama ITB. Berhubung anak ini buru-buru karena ada jam malam di kost nya, jam 11 harus sudah pulang (padahal angkotnya jalan baru jam 22.58), jadi sesampainya kami di gapura Kanayakan, aku suruh dia lari biar epat-cepat sampai kost (niatnya becanda, tapi ternyata seriusan, yaudah lah yaaa)..
 Lalu sambil berjalan sendirian nih, aku lihat ke atas. Mungkin pemandangan biasa sih, bulannya dikelilingi cahaya yang bentuknya kayak cincin gitu, tapi aku tetep aja merasa aneh, makanya aku ambil kamera aku foto deh..

And... That's it..

Kurang jelas ya? Maklum lah, kamera murah, kan belinya juga karena lucu bukan karena bagus, hehehe..